Judi Online

5 Alasan Bermain Judi Online

5 Alasan Bermain Judi Online – Perilaku berjudi memiliki banyak efek samping yang merugikan, terutama bagi si pelaku dan keluarganya. Barangkali judi sudah menjadi semacam candu, sehingga begitu sulit bagi si pelaku judi untuk meninggalkan perilakukanya tersebut.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku berjudi

  1. Faktor Sosial dan Ekonomi

Mayoritas penjudi adalah mereka dengan kondisi status sosial dan ekonomi yang rendah. Bagi mereka, berjudi dianggap dapat meningkatkan taraf hidup. Tidak mengherankan bila di jaman orde baru dulu, undian SDSB (Sumbangan Dana Sosial Berhadiah) sangat menarik minat kalangan masyarakat ekonomi rendah, seperti tukang becak, buruh, pedagang kaki lima, dan sebagainya. Mereka berharap dengan modal kesil akan mendapatkan keuntungan yang besar dalam waktu sekejap tanpa usaha yang besar.

Kondisi sosial masyarakat yang menerima perilaku berjudi seperti tiu juga berperan besar terhadap tumbuhnya perilaku tersebut dalam komunitas.

  1. Faktor Situasional

Situasi yang dapat dikategorikan sebagai pemicu perilaku berjudi antara lain adalah tekanan dari teman, kelompok atau lingkungan untuk ikut dalam perjudian. Tekanan tersebut membuat orang merasa tidak enak bila tidak mengikuti ajakan tersebut, apalagi bila yang dijadikan contoh adalah penjudi yang berhasil memenangkan hadiah besar.

  1. Faktor Belajar

Ini yang dalam teori belajar disebut sebagai Reinforcement Theory yang mengatakan bahwa perilaku tertentu akan cenderung diperkuat/diulangi bilamana diikuti oleh pemberian hadiah atau sesuatu yang menyenangkan. Apa yang pernah dipelajari dan menghasilkan sesuatu yang menyenangkan akan terus tersimpan dalam pikiran seseorang dan sewaktu-waktu ingin diulangi lagi.

  1. Faktor Persepsi tentang Probabilitas Kemenangan

Persepsi yang dimaksudkan di sini adalah persepsi pelaku dalam membuat evaluasi terhadap peluang menang yang akan diperolehnya jika ia melakukan perjudian. Para penjudi sulit meninggalkan perjudian karena cenderung memiliki persepsi yang salah tentang kemungkinan untuk menang.¬† Mereka merasa sangat yakin akan menang, padahal kemungkinan itu sangat kecil. Mereka berpendapat :” kalo sekarang belum menang, maka besok akan menang”. Hal inilah yang menyebabkan banyak penjudi yang jatuh miskin.

  1. Faktor Persepsi terhadap Ketrampilan

Penjudi yang merasa dirinya sangat terampil dalam permainan judi akan cenderung menganggap bahwa kemenangan yang diraihnya adalah berkat ketrampilan yang dimilikinya. Mereka menganggap ketrampilan yang dimiliki akan membuat mereka mampu mengendalikan  berbagai situasi untuk mencapai kemenangan atau yang disebut sebagai illusion of control. Dengan demikian mereka selalu memburu kemenangan yang menurut mereka pasti akan didapatkan.

Baca Artikel Terkait : 10 Negara yang melegalkan perjudian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *